venerdì, giugno 10, 2005

Kuch-kuch hota hai…

Oleh-oleh dari dive course di P. Pramuka

Pasti langsung ‘ngeh’ dong dengan judul itu.
Yup, it is a well known Bollywood movie. Kalau menurut bos gue yang orang India, arti dari kata-kata itu adalah something something is happening. Which describe my feeling this morning, very well!

I don’t know what happen to me. I opened a diving website today… and I see a little picture of beach, with a hint of mountain tip almost hidden at the background. It is soooo… beautiful! And what funny about it is that… at the sudden, my heart was filled with an overwhelming feeling. Perasaan campur aduk seperti gado-gado lontong pedas sedang, yang kalau dibungkus pake kertas cokelat biasanya dikasih karet merah. Ada rasa manis, gurih, senang, dan pedas yang bikin air mata meleleh. Norak mungkin. Gara2 foto yang sebenernya secara teknis nggak bagus-bagus amat itu, gue hampir (atau udah ya?!) menumpahkan air mata. Nggak berasa kalau gue sebenernya lagi di kantor. Hahaha… untung lagi nggak ada yang liat.

Definitely something something… is happening to me. And it has something to do with my last trip to Pramuka Island. Remember my previous post about diving? Yeah, I finally got my diving license on that trip. And let me tell you about the process, it ain’t easy baby! But at the same time… it is without a doubt… definitely… and unquestionably F-U-N!!

Diving bikin gue makin cinta sama laut. Dan cintanya sungguh memabukkan. Mmm… mabuk laut sebanyak 3 kali! Shame on you, Iyus!! Untungnya nggak seperti nyetir , drunk diving bukanlah suatu hal yang dilarang pemerintah, apalagi agama! Diwarnai mabuk-mabukan itu gue tetap harus melakukan 6 kali dive. Pasang dan bongkar alat di atas kapal yang terayun-ayun dibuai ombak. Ah... kata “buai“ kayaknya masih terlalu halus ding.. “diguncang“ lebih tepatnya!

Let me see... Enam kali dive, dua kali di daerah sekitar darmaga di hari pertama, lanjut hari kedua ke Kotok Kecil, dua kali di KarangBongkok, dan sekali di Karang Congkak. Diving site-nya mungkin nggak terlalu istimewa. But it is true though that many times, I still amazed by the wonder of nature. Ngeliat ikan yang lucu-lucu kalo di laut, dan lezat kalau sudah berada di darat. Bikin mata berpendar-pendar dan perut lapar! Hahaha... just kidding. Pemandangan yang nggak bisa gue lupain adalah ngeliat sekitar 10 ekor ikan sedang baris rapih, menghadap ke satu karang, terus diem nggak bergerak. Lagi sekolah, atau lagi sholat? Nggak jelas…

Gara-gara pemandangan aneh-aneh itulah gue sering kepergok bengong sama “mba’ buddy” Dewi. Beberapa kali Dewi sampai harus melambai-lambaikan tangannya di depan masker, begitu ada tanda-tanda gue bengong. Ternyata dia takut kalau gue sampe kena Nitrogen Narchosis… Hehehe… thanks buddy!

Untung nggak ada kesulitan yang cukup berarti selama dive kemaren. Meski pada awalnya gue sempet ngalamin kesulitan untuk mendarat dengan mulus. Waktu dive di dermaga area, gue beberapa kali hampir ngedudukin bulu babi. Waaaa…!! Itu karena gue masih suka nggak liat-liat bawah dan nggak bisa ngatur keseimbangan supaya kaki duluan yang napak… bukannya pantat.

Tapi yang paling seru justru penyelaman terakhir. Padahal kondisi gue waktu itu agak2 nggak fit karena sempet jackpot dua kali. Ombak besar, angin laut, kedinginan… yah, no wonder lah. Sebenernya udah hampir nggak sanggup masang alat-alat. Tapi berkali-kali gue coba ngeyakinin diri… Ucapan Deddy yang ngingetin gue kalau ini penyelaman gue yang terakhir, juga makin bikin gue semangat. Malah gue makin pengen cepet-cepet nyebur. Udah nggak tahan mualnya! Di bawah kita disambut ombak besar. Cepat-cepat megang tambang supaya nggak hanyut. Tapi begitu descend, ombak udah nggak begitu berasa. Malah jalur jelajah kita termasuk mudah dan nggak bikin capek. Just go with the flow. Nggak perlu ngepak fin kenceng-kenceng, karena kita bergerak searah dengan arus. Gue sebut sebagai penyelaman paling seru, karena di penyelaman terakhir ini gue udah mulai bisa kontrol buoyancy dan bisa lebih puas sight seeing. Tapi sial, gara-gara menghindari kontak tubuh dengan seseorang (gue lupa siapa) kaki gue kena Hydroid (sejenis rumput laut yang berbisa) yang ada di belakang gue. Ouch.. panas dan peurih! Setelah kurang lebih 25 menit jelajah, Andri sang leader, memberi aba-aba untuk naik ke atas. Wah... my last dive was a success!Walaupun begitu naik ke kapal, gue jackpot lagi. Sayang, karena ombak kurang bersahabat… kita terpaksa kembali ke P. Pramuka. Kelompok kedua juga terpaksa melakukan dive terakhir di sekitar dermaga.

The great news is... my instructure think that I am now skilled enough for diving. Ah, leganya…! So guys, anywhere you wanna go for a dive… just ask me. Cause I might wanna come with you. (Cieeeeh… gaya bener ya gue!)

Pictures, to be posted soon…


moon info

Powered by Blogger