lunedì, febbraio 28, 2005

Sideways: A Glass of Pinot Noir with an Honest Taste

Apa yang dilakukan pria sebelum dia menikah? Bachelor party mungkin jawaban yang umum. Mau yang nggak umum? Jalan-jalan ke perkebunan anggur. Ini yang dilakukan dua sahabat Miles (Paul Giamatti) dan Jack (Thomas Haden Church).

Jack yang akan menikah seminggu lagi, mencari kebebasan terakhirnya… sementara Miles ingin menyembuhkan luka hati akibat perceraiannya dengan Victoria. They’re like an odd couple. Jack yang mantan actor terkenal, masih menjual kharisma nya untuk menggaet cewek-cewek cakep. Sementara Miles, guru bahasa Inggris yang juga writer wanna be, seorang pria canggung yang depresi dan gampang meledak.

Dalam “Wine Tasting Tour” sepanjang Santa Barbara itu kedua pria ini mendapatkan apa yang mereka cari dengan cara yang unik. Jack harus babak belur dulu sebelum akhirnya menyadari apa yang sebenarnya dia butuhkan.

Sideways yang diangkat dari Novel dengan judul yang sama ini sebenarnya memiliki cerita yang sederhana. Tapi justru itulah keunggulannya. Film yang jujur, I must say. Misalnya aja nih, meski this is suppose to be a drammedy (Drama-comedy) movie, but to tell you the truth… you won’t laugh out loud. Maybe you just giggles and chuckles… But that’s the beauty of it. This film doesn’t want to try too hard.

Dan yang menarik dari film ini adalah the Wine Tasting Tour part. Kita bisa sekalian belajar tentang wine tasting. Gimana cara mengapresiasi segelas anggur, keunggulan anggur-anggur pinot (Miles seorang Pinot fanatic)… yang katanya very delicate. Waktu ditanam saja, rasa anggur Pinot sangat dipengaruhi oleh zat-zat yang ada di dalam tanah dan udara tempat anggur ini tumbuh. They only grow in a very certain kind of soil, humidity, and altitude.

Sakin berkesannya, di Santa Barbara sendiri udah ada sebuah travel agency yang memanfaatkan film ini untuk mendongkrak pariwisata di daerah tersebut. Maka dibuatlah sebuah paket perjalanan mengunjungi vineyards dan restaurant yang ada di film ini. Nama paketnya? None other than “Miles and Jack Wine Tour.”

Film ini masuk nominasi Oscar untuk 5 kategori dan memenangkan satu Oscar untuk the best Screenplay. The cast is great, even though they’re not an A-list actors and actresses. Paul Giamatti bagus maennya, tapi sayang dia nggak seberuntung Virgina Madsen dan Thomas, yang dua-duanya dinominasiin jadi the best supporting actor and actresses di Oscar tadi pagi.

Ada satu adegan yang menyentuh banget di film ini, yaitu waktu Miles nanya ke Maya (Virginia Madsen), tentang ketertarikan Maya terhadap wine? Jawaban Maya bener-bener dalem dan bikin Miles bengong, karena jawaban inilah yang membuatnya yakin that she’s the one. “I love how wine continues to evolve, how every time I open a bottle its going to taste different than if I had opened it on any other day. Because a bottle of wine is actually alive - it's constantly evolving and gaining complexity.” Dan acting Virginia di bagian ini was sooooo damn good! Gak heran kalo dia dapet nominasi Oscar.

What I think about this movie is that… it’s actually like a wine itself. Buka botolnya dulu… let it breath and let the aroma tickle your nose bit by bit, then sip it and enjoy it’s luxurious and full body taste. Don’t forget the aftertaste… the feeling you get after the movie ended. And I think that’s what makes it, a good movie.


moon info

Powered by Blogger