lunedì, novembre 28, 2005

You did nothing...

But giving me shelter
In these rainy days...

venerdì, novembre 25, 2005

… Hey, it’s just life!

My world might just turn upside down.
It is kind of unexpected.
Therefore it is unanticipated.
But you know what?
I’m starting to enjoy the view from this side of the world.
A side of world that I’ve overlooked before.
Now… I have stop blaming You.
Because I know that the world will keep on turning.
And (hopefully) no matter what happen, I will always feel very blessed.

Anyway, it’s just life!
And I’m here to live it.
Before it’s time for me to leave…

venerdì, settembre 09, 2005

Why I Dive



I didn’t realize it then… but I realize it now…
Why I love diving so much…
Coz once you sank into the deep blue sea,
You’ll see a whole different world.
A world less manipulative…
A world so quiet and serene…
Being deaf from excruciating noises…
Just you and all the fishes…

When I need a place to hide, I dive…
It’s my perfect hiding place.

Imunisasi

Adalah zat racun yang menyebabkan rasa sakit, yang sengaja disuntikkan ke dalam tubuh. Racun membuat tubuh rentan terhadap penyakit, tapi racun sakit harus ditelan agar tubuh imun terhadap sakit yang sama.

Dan sekarang, aku imun.

giovedì, agosto 25, 2005

lunedì, agosto 22, 2005

Even people who want to go to heaven don't want to die to get there...

This is part of Steve Jobs speech... (don't know exactly when he gave this speech). But it's a really good one. Just read on and you would agree with me.

"No one wants to die. Even people who want to go to heaven don't want to die to get there. And yet death is the destination we all share. No one has ever escaped it. And that is as it should be, because Death is very likely the single best invention of Life. It is Life's change agent. It clears out the old to make way for the new. Right now the new is you, but someday not too long from now, you will gradually become the old and be cleared away. Sorry to be so dramatic, but it is quite true.

Your time is limited, so don't waste it living someone else's life. Don't be trapped by dogma, which is living with the results of other people's thinking. Don't let the noise of others' opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary."

Steve Jobs is the CEO of Apple, which he co-founded in 1976, and Pixar, the Academy-Award-winning animation studios which he co-founded in 1986.

venerdì, giugno 10, 2005

Kuch-kuch hota hai…

Oleh-oleh dari dive course di P. Pramuka

Pasti langsung ‘ngeh’ dong dengan judul itu.
Yup, it is a well known Bollywood movie. Kalau menurut bos gue yang orang India, arti dari kata-kata itu adalah something something is happening. Which describe my feeling this morning, very well!

I don’t know what happen to me. I opened a diving website today… and I see a little picture of beach, with a hint of mountain tip almost hidden at the background. It is soooo… beautiful! And what funny about it is that… at the sudden, my heart was filled with an overwhelming feeling. Perasaan campur aduk seperti gado-gado lontong pedas sedang, yang kalau dibungkus pake kertas cokelat biasanya dikasih karet merah. Ada rasa manis, gurih, senang, dan pedas yang bikin air mata meleleh. Norak mungkin. Gara2 foto yang sebenernya secara teknis nggak bagus-bagus amat itu, gue hampir (atau udah ya?!) menumpahkan air mata. Nggak berasa kalau gue sebenernya lagi di kantor. Hahaha… untung lagi nggak ada yang liat.

Definitely something something… is happening to me. And it has something to do with my last trip to Pramuka Island. Remember my previous post about diving? Yeah, I finally got my diving license on that trip. And let me tell you about the process, it ain’t easy baby! But at the same time… it is without a doubt… definitely… and unquestionably F-U-N!!

Diving bikin gue makin cinta sama laut. Dan cintanya sungguh memabukkan. Mmm… mabuk laut sebanyak 3 kali! Shame on you, Iyus!! Untungnya nggak seperti nyetir , drunk diving bukanlah suatu hal yang dilarang pemerintah, apalagi agama! Diwarnai mabuk-mabukan itu gue tetap harus melakukan 6 kali dive. Pasang dan bongkar alat di atas kapal yang terayun-ayun dibuai ombak. Ah... kata “buai“ kayaknya masih terlalu halus ding.. “diguncang“ lebih tepatnya!

Let me see... Enam kali dive, dua kali di daerah sekitar darmaga di hari pertama, lanjut hari kedua ke Kotok Kecil, dua kali di KarangBongkok, dan sekali di Karang Congkak. Diving site-nya mungkin nggak terlalu istimewa. But it is true though that many times, I still amazed by the wonder of nature. Ngeliat ikan yang lucu-lucu kalo di laut, dan lezat kalau sudah berada di darat. Bikin mata berpendar-pendar dan perut lapar! Hahaha... just kidding. Pemandangan yang nggak bisa gue lupain adalah ngeliat sekitar 10 ekor ikan sedang baris rapih, menghadap ke satu karang, terus diem nggak bergerak. Lagi sekolah, atau lagi sholat? Nggak jelas…

Gara-gara pemandangan aneh-aneh itulah gue sering kepergok bengong sama “mba’ buddy” Dewi. Beberapa kali Dewi sampai harus melambai-lambaikan tangannya di depan masker, begitu ada tanda-tanda gue bengong. Ternyata dia takut kalau gue sampe kena Nitrogen Narchosis… Hehehe… thanks buddy!

Untung nggak ada kesulitan yang cukup berarti selama dive kemaren. Meski pada awalnya gue sempet ngalamin kesulitan untuk mendarat dengan mulus. Waktu dive di dermaga area, gue beberapa kali hampir ngedudukin bulu babi. Waaaa…!! Itu karena gue masih suka nggak liat-liat bawah dan nggak bisa ngatur keseimbangan supaya kaki duluan yang napak… bukannya pantat.

Tapi yang paling seru justru penyelaman terakhir. Padahal kondisi gue waktu itu agak2 nggak fit karena sempet jackpot dua kali. Ombak besar, angin laut, kedinginan… yah, no wonder lah. Sebenernya udah hampir nggak sanggup masang alat-alat. Tapi berkali-kali gue coba ngeyakinin diri… Ucapan Deddy yang ngingetin gue kalau ini penyelaman gue yang terakhir, juga makin bikin gue semangat. Malah gue makin pengen cepet-cepet nyebur. Udah nggak tahan mualnya! Di bawah kita disambut ombak besar. Cepat-cepat megang tambang supaya nggak hanyut. Tapi begitu descend, ombak udah nggak begitu berasa. Malah jalur jelajah kita termasuk mudah dan nggak bikin capek. Just go with the flow. Nggak perlu ngepak fin kenceng-kenceng, karena kita bergerak searah dengan arus. Gue sebut sebagai penyelaman paling seru, karena di penyelaman terakhir ini gue udah mulai bisa kontrol buoyancy dan bisa lebih puas sight seeing. Tapi sial, gara-gara menghindari kontak tubuh dengan seseorang (gue lupa siapa) kaki gue kena Hydroid (sejenis rumput laut yang berbisa) yang ada di belakang gue. Ouch.. panas dan peurih! Setelah kurang lebih 25 menit jelajah, Andri sang leader, memberi aba-aba untuk naik ke atas. Wah... my last dive was a success!Walaupun begitu naik ke kapal, gue jackpot lagi. Sayang, karena ombak kurang bersahabat… kita terpaksa kembali ke P. Pramuka. Kelompok kedua juga terpaksa melakukan dive terakhir di sekitar dermaga.

The great news is... my instructure think that I am now skilled enough for diving. Ah, leganya…! So guys, anywhere you wanna go for a dive… just ask me. Cause I might wanna come with you. (Cieeeeh… gaya bener ya gue!)

Pictures, to be posted soon…

martedì, maggio 17, 2005

Shut Up! Just Dive!

Kalau dengar istilah diving setiap orang pasti punya pikiran yang berbeda-beda. Untuk penggemar sepak bola, pasti langsung kebayang teknik diving untuk mengecoh lawan ataupun wasit. Tapi berhubung gue nggak terlalu minat sama sepak bola, diving yang gue maksud di sini adalah olahraga selam.

Sampai hari minggu kemarin, gue nggak ada bayangan akan seperti apakah diving itu. Tapi berbekal sedikit kenekatan I did it! I shut my mouth and just dive.
Memang cuma di kolam renang sih. But since it’s my first time, everything seems so new and exciting.

There’s no word to describe it. And since you can not speak when you’re underwater you really don’t know how to share your excitement with your buddy. You can not smile (apalagi ketawa), and when you don’t know how to use sign language then you just have to shut up.

Ini yang terjadi di bawah kolam sedalam 5 meter di Senayan, hari minggu kemarin. Kuping hanya mendengar suara tekanan air yang terdengar seperti dengungan. Sesekali terdengar air bergerak, seperti gelombang air di laut. Selain itu yang terdengar hanyalah suara gelembung air yang keluar dari regulator dan suara hirupan udara dari tabung oksigen. Mulut tak bisa bicara karena tertutup selang oksigen (otherwise you can not breathe lah). Dan isyarat mata kurang bicara, karena terkadang masker tertutup kabut cukup tebal.

Mengendalikan keseimbangan di dalam air juga bukan perkara mudah. Apalagi dengan segala peralatan berat yang menempel di punggung. Dan usahakan mengingat-ingat letak alat-alat tersebut. Cukup ribet awalnya, tapi dengan cukup latihan kita akan segera terbiasa.

Gue sendiri butuh waktu cukup lama untuk membiasakan diri dengan kondisi kolam. Takut awalnya. Takut karena mengingat segala kemungkinan buruk yang terjadi di bawah. Salah satu kemungkinan terburuk misalnya, regulator yang gagal berfungsi. Tapi setelah memberanikan diri (hey, I can always count on my instructor. Afterall, that’s what I paid him for, hehehe), I made my first dive… and hell it was fun! Padahal ini masih di kolam lho. Gimana kalau udah dive beneran... lengkap dengan segala jenis ikan dan terumbu karang yang lucu-lucu. I really can’t wait...


moon info

Powered by Blogger